Sabtu, 07 April 2012


PENGERTIAN
Kingdom animalia merupakan salah satu kingdom yang memiliki anggota cukup banyak. Kingdom animalia secara garis besar dibagi menjadi dua kelompok, yaitu hewan invertebrat dan hewan vertebrata. Dan kingdom animalia mempunyai 10 filum.
Filum invertebrata (tidak memiliki ruas-ruas tulang belakang)
  • Porifera (Hewan berpori)
  • Coelenterata (Hewan berongga)
  • Platyhelminthes (Cacing pipih)
  • Nemathelminthes (Cacing gilig)
  • Annelida ( Cacing gelang )
  • Mollusca ( Hewan lunak )
  • Arthropoda ( hewan kaki berbuku-buku )
  • Echinodermata ( Hewan berkulit duri )
Filum vertebrata (memiliki ruas-ruas tulang belakang)
Ciri-Ciri Kingdom Animalia
· Organisme eukariotik , multiseluler
· Heterotof
· Tidak memiliki dinding sel
· Tidak memiliki klorofil
· Hidup di darat dan di air
· Membutuhkan oksigen
· Bentuk dewasanya selalu diploid (2n)
· Reproduksi umumnya seksual
· Memiliki banyak sel otot untuk pergerakannya dan sel saraf untuk merespon rangsang
Lapisan Lembaga
§ Diploblastik
Memiliki dua lapisan lembaga / tubuh yaitu:
1. Lapisan luar Ektoderm.
2. Lapisan dalam Endoderm.
§ Triploblastik
Memiliki tiga lapisan lembaga / tubuh yaitu:
1. Lapisan luar Ektoderm
2. Lapisan tengah Mesoderm
3. Lapisan dalam Endoder
Rongga Tubuh
  • Tidak memiliki rongga tubuh (Planaria)
  • Memiliki rongga tubuh semu/palsu (Nemathelminthes)
  • Memiliki rongga tubuh semu/palsu (Nemathelminthes)
  • Memiliki rongga tubuh (Annelida)
Cara reproduksi
Reproduksi kingdom animalia ada 2 yaitu dengan aseksual dan seksual . reproduksi secara seksual terjadi dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina yang akan menghasilkan zygot. Sedangkan reproduksi secara aseksual ada 3 cara pembelahan , regenerasi , dan pembentuan tunas. Selain itu ada juga dengan cara partogenesis yaitu tnapa dibuahi oleh sperma, sel telur dapat berkembang menjadi Indivudu baru.
Lapisan tubuh
  • Pada stadium gastrula terjadi spesialisasi sehingga terbentuk menjadi lapisan – lapisan tubuh, yaitu lapisan ectoderm, mesoderm, dan endrodrem .
  • Lapisan ectoderm adalah lapisan tubuh bagian luar yang akan berkembang menjadi lapisan luar pelindung tubuh
  • Lapisan mesoderm adalah lapusan tubuh bagian tengah yang akan berkembang antara usus dan lapisan pelindung luar.
  • Lapisan endroderm adlah lapisan tubuh bagian dalam yang akan berkembang menjadi saluran pencernaan dan hati.
Habitat kingdom animalia ada 2 yaitu di darat dan di air
Filum Porifera
Pengertian
Pori artinya lubang kecil. Porifera artinya hewan yang berlubang kecil atau hewan berpori atau biasa disebut dengan spons
Ciri-Ciri Porifera
  • Tubuh umumnya asimetri (tidak beraturan) , beberapa simetri radial
  • Bentuk seperti vas bunga, mangkuk atau tabung
  • Tubuhnya berpori/ memiliki lubang-lubang kecil
  • Belum memiliki jaringan dan organ sehinga disebut parazoa
  • Hidup secara heterotrof (makan bakteri dan plankton)
  • Habitat umumnya di laut beberapa spesies hidup di air tawar. Hidup secara benthos sessil pada lingkungan aquatik dan secara koloni
  • Reproduksi secara sexual maupun asexsual
Klasifikasi porifera berdasarkan bahan penyusun rangka
  • Kelas Hexactinellida (tubuh memiliki spikula yang tersusun dari silika mirip bintang 6 lengan)
  • Kelas Demospongiae (tubuh tersusun dari serabut spongin)
  • Kelas Calcarea (tubuh tersusun dari calsium carbonat )
Klasifikasi berdasarkan tipe saluran air
  • Tipe askonoid (pori/ostium berhubungan langsung ke spongeosol.
  • Sikonoid (pori / ostium dihubungkan dengan saluran bercabang dengan spongeosol)
  • Leukonoid (pori / ostium banyak serta bercabang - cabang membentuk rongga – rongga kecil.
Bagian – bagian tubuh porifera
  1. Dasar
  2. Stem/tangkai
  3. Ectoderm (lapisan luar) yang keras, tdp spine/node
  4. Mesinchyne (cairan), berfungsi sebagai darah
  5. Bulu getar, untuk menggerakkan air keluar melalui osculum & sebaliknya
  6. Canal : saluran air masuk ke dalam tubuh
  7. Spongecoel : rongga dalam tubuh, tjd proses OAMOSE
  8. Osculum : lubang yang berfungsi sebagai anus
  9. Endoderm (Gastrodermis) : sebagai perut & alat pernafasan
  10. Spicule : tdp di dalam Mesinchyne, merupakan masa pejal yang berfungsi sebagai penguat & bersifat :
-. Calcareous : CaCO3 (putih)
-. Opaque Silica : H2Si3O7(kuning kehitaman)
Sistem pencernaan Porifera
  1. Akibat getaran Ciliata/bulu getar : Air yang mengandung O2 & larutan makanan masuk melalui Canal
  2. Di dalam spongocoel terjadi proses Osmosis
  3. Sisa makanan dikeluarkan melalui osculum
  4. Sari makanan & O2 disalurkan ke seluruh tubuh melalui Mesinchyn
Berdasarkan bentuknya, Spiculae yang berfungsi sebagai penguat tubuh terbagi menjadi :
  1. Monaxon : bentuk 1 arah
  2. Triasen : bentuk 3 arah
  3. Tetraxon : bentuk 4 arah

Pengertian Plantae


Kingdom Plantae
1.1 Definisi
Kingdom plantae ialah tingkaatan takson yang digunakan untuk mengelompokkan organisme yang memiliki akar, batang, dan daun sejati yang merupakan organ hasil diferensiasi jaringan. Kingdom plantae di bagi menjadi 3 yaitu tumbuhan tidak berpembuluh, tumbuhan berpembuluh, tumbuhan berpembuluh dan berbiji
1.2 Ciri-ciri kingdom plantae

1. Struktur tubuh multiseluler, eukariotik, memiliki sel yang sudah terspesialisasi membentuk jaringan dan organ
2. Mengandung klorofil a dan b serta karotenoid, menyimpan makanan dalam bentuk tepung dan memiliki dinding sel dan bahan selulosa
3. Melindungi perkembangan embrio dari kekeringan dengan menyuplai air dan nutrisi ke dalam struktur tubuh betina
4. Memiliki daur hidup berupa pergiliran keturunan (metagenesis)
1.3 Reproduksi
Reproduksi secara generative:
  • Sel kelamin jantan (menghasilkan sperma)
  • Sel kelamin betina (sel telur / ovum)
  • Metagenesis pada tumbuhan lumut
Reproduksi secara vegetatitf
  • Bantuan manusia
ü Kultur jaringan
ü Pucuk enten
· Persilangan antar spesies
2.1 Tumbuahan Tidak berpembuluh
Lumut merupakan tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut (sphagnum sp.).Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekata dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), oleh karena itu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita).
Ciri-ciri lumut:
· Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof.
· Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut (xilem dan floem).
· Pada tumbuhan lumut terdapat Gametangia (alat-alat kelamin) yaitu:
a. Alat kelamin jantan disebut Anteridium yang
menghasilkan Spermtozoid
b. alat kelamin betina disebut Arkegonium yang
menghasilkan Ovum
  • Sporogonium adalah badan penghasil spora, dengan bagian bagian :
    - Vaginula (kaki)
    - Seta (tangkai)
    - Apofisis (ujung seta yang melebar)
    - Kotak Spora : Kaliptra (tudung) dan Kolumela (jaringan dalam kotak
    spora yang tidak ikut membentuk spora). Spora lumut bersifat haploid.
· Spora lumut bersifat haploid.
Habitat
Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifil. Jika pada hutan banyak pohon dijumpai epifil maka hutan demikian disebut hutan lumut.
Klasifikasi lumut:
  1. Lumut sejati (bryopsida)
  2. Lumut hati (hepatophyta)
  3. Lumut tanduk (anthocerophyta)

Pengertian Fungi

Ciri-ciri umum jamur
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi.
Ciri-ciri umum jamur antara lain:
Tidak memiliki klorofil
Berkembang biak dengan membentuk spora 
Tubuh berupa benang-benang halus yang disebut hifa
Tubuh belum dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun
Jamur yang bersel satu dikelompokkan pada prokariotik dan yang bersel banyak bertipe eukariotik 

Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang mempunyai satu sel, misalnya khamir. Ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnya jamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah. 
Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.

Berdasarkan hifa serta cara berkembangbiak, jamur dikelompokkan menjadi:
*Subdivisi Oomycota
*Subdivisi Zygomycota
*Subdivisi Ascomycota
*Subdivisi Basidiomycota
*Subdivisi Deuteromycota

Ciri-ciri Oomycota antara lain:
Hifa tidak bersekat
Berkembangbiak secara seksual melalui pembentukan zoospora hasil peleburan gamet jantan dan gamet betina
Berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk spora berflagel yang disebut zoospora
Contoh subdivisi Oomycota yaitu pythium dan saprolegnia


Ciri-ciri subdivisi Zygomycota yaitu:
Hifa tidak bersekat 
Berkembangbiak secara seksual melalui pembentukan zigospora sebagai hasil peleburan hifa (+) dan hifa (-)
Berkembangbiak secara aseksual menggunakan spora dalam spongarium 
Contohnya adalah Rhizopus Oligosporus dan Rhizopus Stolonifer


Ciri-ciri subdivisi Ascomycota antara lain:
Hifa bersekat
Berkembangbiak secara seksual dengan membentuk spora yang dihasilkan dalam suatu kantung (askus) yang disebut askospora
Berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa 
Contohnya yaitu Aspergillus sp. , Penicillium sp. , Saccharomyces cerevisiae


Ciri-ciri subdivisi Basidiomycota antara lain:
Hifa bersekat
Berkembangbiak secara seksual dengan membentuk basidiospora , yaitu spora yang dihasilkan pada basidium
Berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa
Contohnya yaitu jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur merang (Volvariella volvaceae)


Ciri-cirin Subdivisi Deutereomycota antara lain:
Hifa bersekat
Berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk konidiospora
Perkembangbiakan seksual belum diketahui
Contohnya adalah Helminthosporium oryzae dan Sclerotium rolfsii


Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Clntuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

Pengertian Protista


Protista adalah mikroorganisme eukariota yang bukan hewantumbuhan, atau fungus. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama Protista, namun sekarang tidak dipertahankan lagi.[1] Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semuaorganisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau, jika membentuk koloni, bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan yang berbeda-beda.[2]. Dari sudut pandang taksonomi, pengelompokan ini ditinggalkan karena bersifat parafiletik. Organisme dalam Protista tidak memiliki kesamaan, kecuali pengelompokan yang mudah[3]—baik yang bersel satu atau bersel banyak tanpa memiliki jaringan. Protista hidup di hampir semua lingkungan yang mengandung air. Banyak protista, seperti algae, adalah fotosintetik dan produsen primer vital dalam ekosistem, khususnya di laut sebagai bagian dari plankton. Protista lain, seperti Kinetoplastid dan Apicomplexa, adalah penyakit berbahaya bagi manusia, sepertimalaria dan tripanosomiasis.

Daftar isi

  [sembunyikan

[sunting]Sejarah Klasifikasi Protista

  1. Tahun 1830an, Protista pertama kali diusulkan untuk dipisah dari makhluk hidup lain, oleh pakar biologi Jerman, Georg A. Goldfuss yang memperkenalkan istilah Protozoa yang meliputi Ciliata dan Coral.[4]
  2. Tahun 1845, penganut Goldfuss mengembangkannya agar meliputi semua hewan bersel satu seperti Foraminifera dan Amuba.
  3. Awal 1860an, istilah Protoctista sebagai kategori klasifikasi pertama kali diusulkan oleh John Hogg, yang menganggap protista harus juga meliputi apa yang dia sebut dengan hewan dan tumbuhan primitif bersel satu. Dia mendefinisikan Protoctista sebagai kingdom keempat setelah tumbuhan, hewan, dan mineral.[4]
  4. Kemudian kingdom mineral dibuang oleh Ernst Haeckel, tersisa tumbuhan, hewan, dan protista.[5]
  5. Tahun 1938, Herbert Copeland menghidupkan lagi klasifikasi Hogg. Menurutnya, "Protoctista" secara harfiah berarti "makhluk hidup pertama". Dia menyanggah istilah Haeckel protista karena meliputi mikroba tak berinti sel seperti Bakteri, sementara istilah protoctista tidak meliputinya. Sebaliknya, protoctista meliputi eukaryota berinti sel seperti diatomalga hijau dan fungi.[6]
  6. Perombakan besar oleh Copeland ini kemudian menjadi dasar dari klasifikasi Whittaker yang hanya membagi Protoctista menjadi Protista danFungi.[7] Kingdom Protista ini kemudian berfungsi sebagai pembeda antara prokaryota yang dimasukkan kingdom Monera, dan mikroorganisma eukaryotik yang dimasukkan Protista definisi Whittaker.[8]
  7. Sistem lima kingdom bertahan hingga ditemukannya filogenetik molekular di akhir abad ke-20, karena ternyata protists dan monera tidak ada hubungannya (bukan kelompok monofiletik).

[sunting]Klasifikasi tradisional

Protista pertama kali diusulkan oleh Ernst Haeckel. Secara tradisional, protista digolongkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan kesamaannya dengan kerajaan yang lebih tinggi yaitu meliputi Protozoa yang menyerupai hewan bersel satuProtophyta yang menyerupai tumbuhan (mayoritas algaebersel satu), serta jamur lendir dan jamur air yang menyerupai jamur.
Dulu, bakteri juga dianggap sebagai protista dalam sistem tiga kerajaan (Animalia, Plantae termasuk jamur, dan Protista). Namun kemudian bakteri dipisah dari protista setelah diketahui bahwa ia adalah prokariotik.

[sunting]Protozoa, protista yang menyerupai hewan

Protozoa hampir semuanya protista bersel satu, mampu bergerak yang makan dengan cara fagositosis, walaupun ada beberapa pengecualian. Mereka biasanya berukuran 0,01-0,5 mm sehingga secara umum terlalu kecil untuk dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop. Protoza dapat ditemukan di mana-mana, seperti lingkungan berair dan tanah, umumnya mampu bertahan pada periode kering sebagai kista (cyst?) atau spora, dan termasuk beberapa parasit penting. Berdasarkan pergerakannya, protozoa dikelompokkan menjadi:

[sunting]Algae, protista yang menyerupai tumbuhan

Algae mencakup semua organisme bersel tunggal maupun banyak yang memiliki kloroplas. Termasuk di dalamnya adalah kelompok-kelompok berikut.
Alga hijau dan merah, bersama dengan kelompok kecil yang disebut Glaucophyta, sekarang diketahui memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tumbuhan darat berdasarkan bukti-bukti morfologi, fisiologi, dan molekuler, sehingga lebih tepat masuk dalam kelompok Archaeplastida, bersama-sama dengan tumbuhan biasa.

[sunting]Protista yang menyerupai jamur

Beragam organisme dengan organisasi tingkat protista awalnya dianggap sama dengan jamur, sebab mereka memproduksi sporangia. Ini meliputi chytridjamur lendirjamur air, danLabyrinthulomycetesChytrid sekarang diketahui memiliki hubungan dengan Fungi dan biasanya diklasifikasikan dengan mereka. Sementara yang lain sekarang ditempatkan bersama dengan heterokontofita lainnya (yang memiliki selulosa, bukan dinding chitin) atau Amoebozoa (yang tidak memiliki dinding sel).

[sunting]Klasifikasi modern

Saat ini istilah protist dipakai untuk mengacu pada eukariota bersel satu baik sel independen atau kalaupun berkoloni tidak menunjukkan diferensiasi dalam jaringan.[2] Istilah protozoa dipakai untuk spesies heterotrofik dari protista yang tidak membentuk filamen. Istilah ini tidak dipakai lagi di klasifikasi modern. Klasifikasi modern berupaya menyajikan kelompok monofili berdasarkan ultrastruktur,biokimia, dan genetika. Karena protista adalah parafili sistem seperti itu seringkali memecah atau meninggalkan kingdom tersebut, ketimbang memperlakukan kelompok protista sebagai eukaryota. Beberapa kelompok utama dari protista, yang mungkin diklasifikasikan sebagai fila, disajikan di kotak sebelah kanan.[9] Banyak yang menganggapnya sebagai monofili, meskipun masih belum meyakinkan. Misalnya, Excavata mungkin tidak monofili dan Chromalveolate mungkin monofili jika haptophyta dan cryptomonad dimasukkan.[10]

[sunting]Metabolisme, reproduksi, dan peranan protista

Flagelata makan menggunakan penyaring, yaitu dengan melewatkan air melalui flagelanya. Protista lain bisa menelan bakteri dan mencernanya secara internal, dengan memanjangkan dinding selnyadi sekitar makanannya, untuk membentuk sebuah vakuola makanan. Makanan ini lalu masuk ke dalam sel melalui endositosis (biasanya fagositosis; kadang-kadang pinositosis).
Sebagian protista berkembang biak secara seksual (konjugasi), sementara lainnya secara aseksual (fisi biner). Plasmodium falciparum, memiliki siklus hidup biologis super kompleks yang meliputi berbagai macam makhluk hidup, sebagian bereproduksi seksual, sebagian lain aseksual.[11] Namun, masih belum jelas seberapa seringnya reproduksi seksual menyebabkan pertukaran genetika antar strain yang berbeda dari Plasmodium dan sebagian besar protista parasit adalah clonal line yang jarang melakukan pertukaran gen dengan strain lain.[12]
Beberapa protista adalah patogen terhadap hewan dan tumbuhanPlasmodium falciparum menyebabkan malaria pada manusia dan Phytophthora infestans menyebabkan hawar daun pada kentang. Pemahaman lebih mendalam tentang protista akan membuat penyakit ini bisa diobati secara efisien.
Peneliti dari Agricultural Research Service memanfaatkan protista sebagai patogen untuk mengendalikan populasi semut api merah (Solenopsis invicta) di Argentina. Dengan bantuan protista penghasil spora seperti Kneallhazia solenopsae populasi semut api merah bisa berkurang 53-100%.[13] Para peneliti berhasil menginjeksikan protista itu ke lalat sebagai perantara untuk membunuh semut api merah, tanpa membahayakan lalat itu.[14]